Syarat Nikah Paling Baru Wajib Anda Tahu

  • Whatsapp
Syarat Nikah Paling Baru.jpg
Ilustrasi Pernikahan

Carapdkt.net – Ada rencana menikah? Kalau jawabannya “YA” maka saya doakan semoga menjadi keluarga yang berbahagia fiddunya wal akhirat, tapi kalau jawabannya “TIDAK” semoga disegerakan dan jangan berhenti ikhtiar. Bagi calon pengantin (catin) sebaiknya anda simak ulasan ini yang akan mengupas tentang syarat nikah paling baru semoga bisa menjadi referensi tambahan bagi yang tengah mempersiapkan hari bahagia tersebut.

Baca: 25 Kata-Kata PDKT Cewek Muslimah Jitu

Tujuan hubungan asmara yang paling diimpikan oleh dua sejoli adalah pernikahan. Namun, untuk menuju ke jenjang tersebut perlu mengetahui apa saja syarat nikah paling baru terutama untuk menikah di KUA. Ada baiknya sebelum menyimak apa saja syarat nikah di KUA, Anda mesti mendapatkan surat keterangan yang berasal dari kelurahan sesuai alamat KTP masing-masing.

Barulah setelah mendapatkan surat keterangan pernikahan dari keluarahan tiap-tiap calon pasutri, Anda bisa segera menyiapkan apa saja syarat nikah terbaru. Jangan sampai terselip atau terlupakan, ya! Bisa-bisa pernikahan Anda justru akan tertunda karena alasan konyol tersebut.

Baca: Corona Datang Jangan Jadi Penghalang, Daftar Nikah Online Aja

10 Macam Syarat Nikah Paling Baru Wajib Dipenuhi di KUA

Perhatikan dengan cermat, poin ini akan menjelaskan secara rinci setiap berkas yang harus disiapkan oleh catin, untuk memudahkan silahkan dikomunikasikan dengan orang yang sudah pernah menikah, mungkin orang tua Anda, teman sejawat atau pegawai KUA.

1. Surat keterangan menikah

Syarat nikah pertama yang wajib Anda penuhi adalah menyertakan surat keterangan menikah atau yang familiar dengan N1 yang berasal dari kelurahan masing-masing pasutri. Isi dari surat keterangan tersebut di antaranya identitas diri (nama lengkap, bin, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, agama, pekerjaan serta tempat tinggal), tanda tangan terang bermaterai berikut saksi-saksi.

Biasnaya surat keterangan menikah N1 juga memiliki kop surat. Di bawah kop surat nantinya akan disertai nama kantor desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten atau nama kota. Adapun surat keterangan ini dibuat berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam setempat.

2. Surat keterangan terkait asal-usul

Usai surat keterangan nikah atau N1, hal berikutnya yang mesti Anda siapkan adalah surat keterangan terkait asal-usul menikah atau N2. Muatan surat keterangan N2 ini tidak jauh berbeda dari surat keterangan N1. Anda hanya perlu melengkapinya saja sesuai dengan apa yang harus ditulis pada surat keterangan tersebut.

Jangan lupa, dalam pembuatan segala bentuk surat keterangan baik itu N1 maupun N2 Anda wajib menyertakan pas foto, KK orangtua dan KTP yang berlaku. Lengkapilah berkas yang harus dibawa terlebih dahulu agar memudahkan Anda dalam pengurusan surat keterangan.

3. Surat keterangan terkait orangtua

Syarat nikah berikutnya yang harus Anda lengkapi adalah menyertakan surat keterangan terkait orangtua. Setiap bakal pasutri wajib membuat surat keterangan terkait orangtua atau N4. Muatan surat keterangan N4 tidak jauh berbeda dari surat keterangan asal-usul bakal pasutri. Anda bisa mengunduh format surat keterangan terkait orangtua atay N4 pada laman internet sebagai referensi.

4. Surat keterangan terkait persetujuan mempelai

Selanjutnya adalah menyertakan surat keterangan terkait persetujuan kedua mempelai atau N3. Sesuai dengan namanya, surat keterangan persetujuan dari kedua mempelai ini berisi persetujuan dari kedua belah pihak mempelai untuk menyelenggarakan pernikahan.

Agar tidak repot ada baiknya bagi Anda untuk mengurus surat keterangan ini bersamaan dengan surat keterangan lainnya. Misalnya, surat keterangan menikah, asal-usul dan orangtua. Dengan demikian, maka Anda juga akan lebih menghemat waktu. Terlebih lagi persiapan pernikahan bukan hanya sekadar mengurusi syarat nikah saja.

5. Surat keterangan kematian

Sebelum menikah, syarat lain yang mesti dipenuhi pasangan mempelai ialah surat keterangan kematian atau N6. Surat keterangan ini wajib dilampirkan khususnya bagi seseorang yang ditinggal mati suami atau sitri sebelumnya. Nantinya surat ini akan diikutsertakan sebagai salah satu kelengkapan dokumen pernikahan kepada KUA setempat.

6. Surat pemberitahuan terkait kehendak menikah

Setelah Anda menyiapkan beberapa surat keterangan sebelumnya,  berikutnya Anda perlu membuat surat pemberitahuan terkait kehendak menikah. Nantinya surat pemberitahuan tersebut bisa Anda serahkan kepada pegawai pencatatan pernikahan yang ada di KUA terdekat. Jangan lupa untuk menyiapkan uang tunai senilai Rp.30.000,00 sebagai biaya administrasi pengurusan surat tersebut.

7. Surat keterangan bukti imunisasi TT 1 dan TT 2 dari puskesmas setempat

Ketika Anda dan pasangan hendak melangsungkan pernikahan, maka wajib untuk menyertakan bukti telah melakukan imunisasi TT 1 dan TT 2 yang dilakukan di puskesmas setempat. Hal ini mengingat bahwa calon mempelai wanita biasanya cenderung mengabaikan vaksin pra-nikah karena sibuk mengurusi pernak-pernik pernikahan. Padahal vaksin TT 1 dan TT 2 wajib Anda lakukan.

Tempat untuk melakukan imunisasi tetanus toxoid biasanya akan direkomendasikan oleh pihak KUA. Nantinya, Anda hanya perlu membawa surat pengantar dari pihak KUA tersebut atau N7. Tujuan dari imunisasi ini tidak lain adalah untuk menghindarkan wanita dari penyakit tetanus pada masa persalinan nanti. Adapun persoalan harga jasa imunisasi, Anda cukup menyiapkan dana sekitar RP.20.000,00 saja.

Sejatinya, selain imunisasi TT 1 dan TT 2 terdapat sejumlah vaksin lain yang perlu dilakukan oleh seorang wanita yang hendak menikah. Vaksin tersebut di antaranya ialah HPV, MMR, VZV serta hepatitis B.

8. Surat izin dari pengadilan

Syarat nikah selanjutnya yang wajib Anda penuhi adalah menyertakan surat izin yang berasal dari pengadilan. Sebenarnya surat izin ini hanya berlaku bagi calon pasutri yang tidak memperoleh restu dari masing-masing wali. Terlebih lagi, jika tidak mendapatkan restu dari wali nikah maka surat keterangan nikah pun tidak bisa diproses.

Baca: Cara Meluluhkan Hati Calon Mertua Yang Tidak Setuju

9. Pas foto calon pasutri berukuran 2 x 3

Syarat berikutnya yang perlu Anda sertakan untuk menggelar pernikahan ialah dengan menyertakan pas foto berukuran 2 x 3 dengan latar belakang biru sebanyak 3 lembar. Jangan lupa ketika hendak merekam foto pastikan untuk mengenakan pakaian rapih. Misalnya, dengan menggunakan kemeja warna putih atau warna senada dengan pasangan Anda.

Mengapa harus menggunakan pakaian yang rapih? Tentu saja karena foto ini nantinya akan ditampilkan pada buku nikah Anda dan pasangan.

10. Surat izin dari pihak atasan khusus abdi negara

Bagi Anda yang ingin menikah dengan abdi negara, maka wajib menyertakan surat izin yang berasal dari pihak atasan. Misalnya, ketika Anda hendak menikah dengan seorang TNI AD. Pastikan Anda sudah mendapatkan surat izin dari pihak atasan calon pasangan Anda untuk melangsungkan pernikahan. Nantinya, surat keterangan ini akan diserahkan kepada pihak KUA.

Setelah melengkapi semua berkas syarat nikah paling baru tersebut, maka Anda dan pasangan bisa langsung melakukan pendaftaran pernikahan di KUA. Jangan lupa untuk menentukan terlebih dahulu terkait lokasi akad nikah. Kiranya pernikahan impian Anda dan pasangan dapat terwujud dengan sangat istimewa.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 84 = 89

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.