Syarat Nikah di KUA Yang Harus Dipersiapkan Oleh Pengantin

Syarat Nikah di KUAPernikahan merupakan suatu hal yang sangat sakral dan bukan untuk main – main, bahkan dalam agama juga menganjurkan untuk menikah, dan hukum nikah dalam Islam sendiri kondisional dan terdapat ketentuannya masing – masing yang harus di penuhi oleh kedua belah pihak mempelai terutama mempelai pria. Seperti yang sudah disebutkan bahwa pernikahan tidak boleh asal dan sembarangan karena mengandung unsur budaya dan agama yang mengikat.

Dalam mempersiapkan pernikahan ada beberapa hal yang harus dan wajib kalian ketahui seperti biaya nikah, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengurus surat nikah serta persyaratan nikah di catatan sipil agar pernikahan sah terdaftar.

Syarat Nikah di KUA

Syarat Nikah di KUA

Pada kesempatan yang lalu kita sempat membahas tentang berapa sih biaya melangsungkan pernikahan di KUA, nah kali ini di hari yang baik ini kita akan membahas apasaja sih syarat nikah di KUA yang harus di perhatikan. Namun sebelumnya ada baiknya untuk mengetahui  hukum – hukum dari pernikahan dalam Islam, di antaranya adalah :

  1. Wajib
    Pernikahan hukumnya wajib bagi seseorang yang telah mampu secara finansial dan juga memiliki risiko jatuh ke dalam perzinaan.
  2. Sunnah
    Hukum pernikahan menjadi sunnah apabila seseorang telah mampu secara finansial namun masih tidak merasa takut jatuh kepada jurang perzinaan, juga karena usianya yang masih muda atau pun lingkungannya yang baik ddan kondusif
  3. Haram
    Ada dua hal utama yang membuat seseorang diharamkan untuk menikah. Pertama, tidak mampu memberi nafkah, dan kedua tidak mampu melakukan hubungan seksual kecuali bila dia telah berterus terang sebelumnya dan calon istrinya mengetahui dan menerima keadaannya.
  4. Mubah
    Hukum pernikahan dalam Islam dapat menjadi mubah apabila hanya memenuhi salah satu syarat, misalnya seseorang memiliki keinginan untuk menikah akan tetapi tidak memiliki bekal yang cukup atau pun sebaliknya.
BACA JUGA :  Syarat dan Rukun Nikah Yang Ada di Indonesia

Ada beberapa tata cara dan persyaratan agar pernikahan disahkan secara resmi menurut agama, hukum, budaya, atau pun kelas sosial. Ada pula hal – hal yang perlu diperhatikan untuk melangsungkan pernikahan, di antaranya adalah tata cara dan persyaratan mengajukan nikah di KUA tahun 2017 / 2018, yaitu sebagai berikut :

  • Restu kedua orang tua / wali
    Pastikan untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua maupun wali, sehingga pernikahan dapat dianggap resmi, juga dapat menjalin keharmonisan keluarga kedua calon. Selain itu, hal ini berkaitan dengan persyaratan administrasi di KUA yaitu berupa surat – surat persetujuan, kedua calon mempelai dan surat izin orang tua bagi pasangan yang belum berusia 21 tahun.
  • Menentukan lokasi akad nikah
    Menentukan lokasi pernikahan sama halnya menentukan di mana KUA tempat akan dilangsungkannya pernikahan. Hal ini tidak menjadi masalah apabila pasangan tinggal di kecamatan yang sama, namun apabila pasangan tinggal di kecamatan atau bahkan provinsi atau kota yang berbeda, maka terlebih ddahulu mengurus surat rekomendasi nikah dari KUA di mana Anda berdomisili.
  • Mengurus dokumen dan surat – surat
    Hal ini penting dilakukan untuk mengurus surat – surat yang diperlukan sebagai syarat untuk melaksanakan pernikahan, apalagi jika menikah dengan pasangan yang beda domisili dengan Anda, sehingga diharuskan memiliki kelengkapan surat yang mendukung agar pernikahan dapat terlaksana dengan baik.
  • Biaya nikah di KUA
    Berdasarkan PP no. 48 tahun 2014 dan PMA no. 24 tahun 2014, biaya nikah, gratis di kantor KUA selama jam kerja dibuka, juga untuk daerah yang terkena bencana, dan bagi orang –orang yang tidak mampu yang diketahui oleh camat.
BACA JUGA :  Bagaimana Cara Nikah Beda Agama di Bali

Syarat Nikah 2018

syarat nikah

  1. Surat keterangan untuk nikah ( model N1 )
  2. Surat keterangan asal – usul ( model N2 )
  3. Surat persetujuan mempelai ( model nN3 )
  4. Surat keterangan tentang orang tua ( model N4 )
  5. Surat pemberitahuan kehendak nikah ( model N7 ) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau pun wakilnya.
  6. Bukti imunisasi TT ( tetanus toxoid ), bagi calon pengantin wanita, kartu imunisasi, dan imunisasi TT II dari puskesmas setempat
  7. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar
    h
  8. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua / wali
  9. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp. 30. 000
  10. Bagi anggota TNI / POLRI membawa surat izin dari atasan masing – masing
  11. Akta cerai atau pun kutipan buku pendaftaran talak / buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya undang – undang nomor 7 tahun 1989
  12. Surat keterangan tentang kematian suami / istri yang ditandatangani oleh kepala desa / lurah atau pun pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda / duda dan akan menikah
  13. Bagi suami yang hendak beristri lebih dari satu orang harus membawa surat izin dari pengadilan
  14. Bagi suami yang berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun harus membawa surat dispensasi dari pengadilan.

Dari syarat-syarat nikah diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam sebuah pernikahan memerlukan rancangan dan persiapan yang matang agar acara pernikahan berjalan dengan lancar dan sukses. Bagi yang ingin melangsungkan akad nikah atau pernikahan sebaiknya mempersiapkan sebaik-baiknya jauh-jauh hari sebelum hari sakral tersebut.

Leave a Reply