Sudahkah Ada Tanda Pasangan Siap Menikah Seperti Ini?

  • Whatsapp
Tanda pasangan siap menikah.jpg
Gambar ilustrasi

Carapdkt.net – Selama fase berpacaran, Apakah Anda dapat melihat sisi pasangan Anda baik dan buruknya? Tapi terkadang Anda kesulitan melihat tanda pasangan siap menikah. Hal ini dikarenakan ketakutan antara itu kenyataan atau hanya ekspektasi yang berbanding terbalik dengan realita atau bisa jadi karena seseorang bukan pakar dalam membaca kode, atau mungkin Anda terlalu cepat menyimpulkan bahwa si dia benar-benar menyukai Anda seutuhnya.

Walaupun seringkali tidak diungkapkan secara spesifik, tetapi tidak sedikit orang mengungkapkan keinginan mereka untuk menikah kepada pasangannya. Dalam hal ini Anda harus peka terhadap bahasa ingin menikah yang diungkapkan oleh si dia dalam bentuk bahasa lain, mungkin si dia bercerita tentang orang menikah dengan penuh harapan. Jika Anda melihat beberapa sinyal ini dari pasangan Anda maka siap-siap untuk mengatur strategi selanjutnya.

Manikah itu bukan karena ego atau nafsu sebab kedua perasaan ini terkadang bisa menjebak, pastikan kalian berdua sudah siap lahir dan batin tanpa ada unsur keterpaksaan dan jangan membuat keputusan dalam keadaan ragu-ragu. Bila masih belum yakin segeralah meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa dengan berdoa, bagi yang muslim bisa dengan shalat istikharah agar diberikan jalan terbak tanpa diselimuti keraguan.

Baca: Rukun dan Syarat Menikah dalam Islam

Tanda Pasangan Siap Menikah yang Umum Diungkapkan

Simak dengan cermat setiap topik pembicaraan si dia bila Anda sudah merasakan adanya tanda-tanda doi ingin segera dinikahi, jadilah pria beruntung dengan memiliki istri yang benar-benar Anda sayangi dengan setulus hati dan sudah lama Anda idam-idamkan dan jagalah si dia hingga akhir hayat memisahkan kalian berdua. Berikut adalah beberapa topik obrolan yang biasanya mengindikasikan bahwa pasangan Anda siap menikah dengan Anda, simak dengan cermat!

1. Sering Menceritakan Pernikahan Bahagia Orang Tuanya

Ketika pasangan sering mengungkapkan pernikahan bahagia orang tua mereka dan menyebutkan keinginan mereka ketika nanti menikah, bisa jadi ini adalah sinyal yang harus Anda perhatikan.

Atau jika ini diutarakan pada saat Anda berdua belum resmi berpacaran, maka hal tersebut berarti dia ingin pasangan yang serius, bukan sekadar pacaran belaka. Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk menikah atau ingin meniru pernikahan orang tua. Lagipula ini tidak berarti mereka sedang mendesak Anda untuk menikah sebelum Anda siap.

Ketika seseorang ingin menikah, mereka akan terus-menerus berbicara tentang semua pasangan menikah bahagia yang mereka kenal dan bahwa mereka juga menginginkannya. Jika mereka melakukan ini dalam situasi yang serius dan tidak tersirat nada bercanda dalam obrolannya, maka benar, dia serius.

Baca: Tips Mengatur Biaya Nikah 50 Juta Kebawah

2. Senang Mengajak Ke Toko Perabot

Ada dua kemungkinan ketika hal ini terjadi. Pertama, pasangan Anda mungkin sangat menikmati dekorasi dan benar-benar tidak memiliki motif tersembunyi. Atau, perjalanan ke toko furnitur bisa menjadi cara halus untuk membuat Anda berpikir tentang membuat rumah bersama.

Hal ini terutama jika pasangan Anda bertanya tentang dekorasi seperti apa yang Anda sukai atau perabot yang akan Anda beli jika mempunyai rumah nanti. Atau jika Anda atau pasangan sudah memiliki rumah, dan mereka selalu meminta keterlibatan berdua untuk mendekorasi ulang rumah, maka itu juga bisa menjadi sinyal positif.

Ketika perjalanan ini sering terjadi, alih-alih melakukan hal-hal menyenangkan lainnya bersama-sama, ini bisa menjadi cara pasangan Anda mengisyaratkan pernikahan. Daripada hanya membuat asumsi, tanyakan alasan pasangan Anda menikmati jenis belanja semacam ini.

3. Sering Berbicara Tentang Rancangan Masa Depan

Jika pasangan Anda mengungkapkan tempat pernikahan impian dan bahkan desain gaun atau jas yang ia inginkan, maka ia pasti memiliki keinginan menikah dan telah memikirkannya.

Memang hal ini lebih banyak didominasi oleh wanita, tapi jika pasangan pria Anda pun melakukannya, maka ini benar adalah tanda pasangan siap menikah. Jika Anda memang serius dengan hubungan tersebut, maka bantu pasangan Anda untuk mewujudkannya, atau paling tidak merancangkannya dengan mengungkapkan ide Anda.

Pembicaraan semacam ini bisa mengurangi frekuensi cekcok dan kesalahpahaman ketika nantinya benar menyiapkan segala sesuatu untuk pernikahan Anda.

Baca: Berapakah Ideal Usia Menikah Menurut Para Ahli?

4. Menerima Kekurangan Anda

Ketika seseorang siap menikah, maka mereka tidak keberatan dengan kekurangan yang ditunjukkan pasangannya. Mereka sudah siap dengan segala hal yang berlawanan dengan kepribadian mereka.

Mereka juga tidak mencoba untuk mengubah Anda menjadi sesuatu yang bukan diri Anda. Apresiasi yang mereka berikan bisa membuat Anda berkembang dan menjadi versi terbaik diri Anda.

Jika mereka banyak menuntut, dan beralasan itu untuk kebaikan Anda. Pikirkan lagi. Apakah hal tersebut benar untuk kebaikan Anda atau dia sedang mencoba untuk mengubah Anda sesuai dengan apa yang dia inginkan?!

Hal sebaliknya juga mereka lakukan, yaitu menunjukkan kekurangan diri. Tidak ada lagi yang ditutupi sehingga nantinya ketika menikah, hal tersebut tidak lagi menjadi masalah.

5. Mulai Protektif

Ketika seseorang menginginkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, maka itu artinya mereka tidak ingin Anda jatuh ke pelukan orang lain. Ada kalanya mereka menjadi protektif. Ingin tahu siapa saja yang ada di sekitar Anda, apa saja kegiatan Anda beberapa waktu ke depan dan masih banyak hal lainnya.

Mereka juga menjadi lebih perhatian dengan kesehatan Anda, keputusan-keputusan yang Anda ambil yang mempengaruhi hubungan Anda berdua dan sebagainya.

Jika hal ini terjadi, maka Anda bisa berbahagia karena dia serius. Tetapi waspada jika menjadi overprotektif, karena hal ini malah akan menjadikan hubungan Anda berdua menjadi toksik.

6. Mengenalkan Dengan Keluarga dan Sahabat

Diperkenalkan kepada seluruh keluarga di awal hubungan sering kali terasa canggung dan tidak nyaman. Tapi jika diambil sisi positifnya, ini berarti pasangan menganggap hubungan tersebut serius.

Walaupun demikian, Anda berdua masih harus saling mengenal satu sama lain. Tetapi jika Anda menyatakan keengganan Anda untuk bertemu orang tua dulu dan pasangan Anda marah, ini mungkin merupakan lampu merah bahwa pasangan Anda ingin segala sesuatunya bergerak dengan cepat.

Maka jika Anda memang belum siap untuk dikenalkan kepada orang tua, keluarga dan sahabat, bicarakan dengan jujur. Tetapi juga ungkapkan kapan sekiranya Anda siap untuk bertemu. Kepastian ini akan membuat pasangan paham dan tidak merasa digantung.

Menetapkan batasan siap atau tidak memang perlu untuk kedua belah pihak. Jika nantinya saat batasan tersebut sudah kadaluarsa dan tidak ada titik temu, maka harus ada pembicaraan serius mengenai kelanjutan hubungan tersebut.

7. Menyatakannya Langsung Kepada Anda

Ada kalanya pasangan bisa sangat jujur dan tidak perlu kode lagi. Banyak orang memutuskan untuk membicarakan hal ini di awal dekat dengan seseorang karena beberapa faktor. Salah satunya tentu karena tidak ingin membuang banyak waktu atau bahkan karena dia pernah terluka di masa lalu.

Dengan mengutarakan niat mereka untuk menikah, maka mereka mengharapkan pasangannya juga memiliki harapan yang sama. Mungkin belum dalam waktu dekat, tetapi tetap ada tujuan untuk mengarah ke jenjang pernikahan.

Jika Anda merasa ini terlalu terburu-buru, katakan dengan jujur. Ungkapkan semua yang Anda pikirkan dan harapkan. Kemudian, teruslah menjaga komitmen tersebut. Sambil mengenal pasangan lebih jauh, Anda juga bisa mempersiapkan diri untuk membangun sebuah keluarga.

Ketika dua orang terbuka akan tanda pasangan siap menikah dan dan jujur tentang tujuan pernikahan masa depan mereka, kemungkinan terjadi kesalahpahaman akan lebih kecil. Pastikan Anda dan pasangan melakukan diskusi ini sejak dini. Hubungan akan jauh dari stres jika Anda melakukannya.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

81 − = 79

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.