Rukun dan Syarat Menikah dalam Islam

  • Whatsapp
Sayarat menikah dalam Islam.jpg
Dokumentasi: Koleksi Bos kurkom

Carapdkt.net – Menikah merupakan salah satu ibadah yang telah dituliskan di dalam Al Qur’an. Oleh sebab itu, dalam prosesi pernikahan harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Hal ini karena sebaik – baiknya pernikahan adalah sekali seumur hidup. Jika Anda seorang muslim maka sebelum melangsungkan pernikahan harap mengetahui rukun dan syarat menikah dalam Islam agar lebih afdol.

Perhatikan dengan teliti segala macam persiapan pra nikah khususnya yang berhubungan dengan sah atau tidaknya pernikahan Anda, dalam hal ini Anda bukan harus siap secara jasmani saja tetapi secara rohani pun juga harus sudah benar-benar siap. Ingat, pernikahan Anda harus sah dimata Agama dan Hukum pemerintahan maka cobalah untuk meyempatkan diri mempelajari lebih dalam tentang bab nikah sesuai syariat Islam.

Tentunya Anda tidak ingin kalau ternyata pernikahan Anda itu tidak sah di mata Agama bukan? Sisakan waktu untuk sharing tentang bab nikah dengan orang yang benar-benar mengetahui akan hal tersebut, dalam hal ini bisa tokoh ulama atau pegawai KUA supaya segala macam persiapan Anda terpenuhi secara jasmani dan rohani.

Baca: Estimasi Detail Rincian Biaya Menikah Tahun 2020

Rukun Menikah dalam Islam

Pernikahan adalah kegiatan yang sakral dan harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Oleh sebab itu ada rukun menikah yang harus Anda penuhi terlebih dahulu, sebelum prosesi pernikahan dimulai. Tujuannya adalah agar pernikahan Anda bisa sah dimata agama.

  • Ketika proses akad nikah, harus ada mempelai laki – laki yang akan diserahi tanggung jawab dari wali nikah pihak perempuan.
  • Ketika proses akad nikah, harus ada mempelai wanita yang tergolong halal untuk diperistri. Artinya dia bukan dari keluarga kandung dan tidak ada hubungan mertua.
  • Ketika proses akad nikah, harus ada wali nikah dari pihak mempelai wanita yang berupa ayah, saudara laki – laki, kakek dari ayah, saudara ayah, atau anak laki – laki dari saudara ayah.
  • Ketika proses akad nikah, harus ada saksi minimal 2 orang laki – laki yang beragama Islam, merdeka, berakal, baligh, dan adil. Saksi bisa dari pihak keluarga atau tetangga.
  • Ucapkan janji nikah atau ijab dan qabul kepada Allah. Ijab dan qabul akan disaksikan oleh penghulu, saksi, wali dan juga keluarga besar.

Syarat Menikah dalam Islam

Bila semua rukun menikah dalam ajaran Islam telah dipenuhi, maka selanjutnya Anda harus memenuhi syarat sah menikah. Semua syarat sah menikah yang sudah ditetapkan, wajib Anda ikuti semuanya. Jangan sampai terlewat satu poin saja. Apabila hal itu terjadi, maka pernikahan Anda terbilang tidak sah di mata Agama Islam.

Baca: Berapakah Ideal Usia Menikah Menurut Para Ahli?

1. Mempelai Lelaki Beragama Islam

Syarat menikah pertama yang harus dipenuhi adalah mempelai lelaki harus beragama Islam. Hal ini karena Anda menikah dengan syariat Islam. Sehingga dapat dikatakan wajib hukumnya bahwa mempelai laki – laki beragama Islam. Sebaliknya, haram hukumnya bila seseorang yang beragama Islam menikahi orang non muslim.

Tata cara dalam menikah adalah Anda yang akan melakukan prosesi pernikahan, harus memenuhi rukun nikah yang telah ditetapkan dalam Islam. Bila semua rukun nikah telah terpenuhi, seperti saksi, pengantin, dan ijab qabul, maka kedua mempelai pengantin tersebut sudah bisa dinikahkan secara sah. Saat itulah keduanya sudah bisa membangun rumah tangga.

Oleh sebab itu sebelum Anda memilih calon pasangan, wajib mengetahui agamanya terlebih dahulu. Bila agamanya tidak sama dengan Anda, maka perlu dipertimbangkan kembali karena pernikahan berbeda Agama adalah tidak sesuai dengan syariat Islam sehingga pernikahannya tidak sah dan itu tidak boleh terjadi.

Baca: Syarat Nikah Paling Baru Wajib Anda Tahu

2. Mempelai Pengantin Bukan Mahromnya

Syarat menikah kedua yang harus dipenuhi adalah mempelai pengantin bukan mahromnya. Ada baiknya sebelum Anda memilih calon pasangan, Anda harus mengetahui silsilah keluarganya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghindari pernikahan satu keluarga yang tergolong mahromnya. Dalam Islam sangat melarang pernikahan dengan orang yang sedarah.

Ketentuan dalam memilih pasangan hidup, sudah diatur di dalam Surat An Nisa’. Dalam surat tersebut, sudah dijelaskan siapa saja orang – orang yang tidak diperbolehkan untuk dinikahi. Bila syarat yang telah ditentukan tersebut bisa Anda penuhi, maka perjalanan Anda menuju pernikahan akan lancar tanpa adanya larangan yang melanggar sama sekali.

3. Mengetahui Wali Akad Nikah

Syarat menikah dalam Islam ketiga yang harus dipenuhi adalah mengetahui wali akah nikah. Sebelum prosesi akad nikah digelar, ada baiknya mempelai laki – laki mengetahui wali nikah terlebih dahulu. Wali nikah harus berasal dari keluarga mempelai wanita. Biasanya yang menjadi wali nikah adalah ayah dari mempelai wanita.

Apabila ayah dari mempelai wanita sudah meninggal dunia, maka wali nikah digantikan oleh kakeknya. Namun bila kakeknya juga sudah meninggal, maka akan digantikan oleh saudara dari keluarga ayah. Bila saudara dari ayah juga sudah meninggal, maka wali nikah bisa digantikan oleh saudara kandung laki – laki.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam ajaran Islam terdapat wali hakim yang bisa menjadi wali nikah. Namun untuk menggunakan wali hakim, tidak boleh sembarangan. Anda harus mengetahui aturannya terlebih dahulu. Hal ini karena menyangkut syarat sahnya sebuah pernikahan. Sehingga Anda wajib mencari tahu tentang wali akad nikah, jauh sebelum akad berlangsung.

Baca: Syarat Nikah di KUA Yang Harus Dipersiapkan Oleh Pengantin

4. Tidak Sedang Menunaikan Haji

Syarat menikah keempat yang harus dipenuhi adalah tidak sedang menunaikan haji. Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang bisa menghasilkan pahala berlipat, ketika sedang menunaikannya. Pastinya setiap umat muslim selalu ingin mengunjungi rumah Allah yang berupa mekkah dan madinah.

Ketika Anda sedang menunaikan ibadah haji, tidak diperkenankan melangsungkan akad nikah di dalamnya. Pernyataan ini sesuai dalam Hadits Riwayat Muslim nomor 3432 yaitu seorang yang menunaikan ihram tidak diperkenankan untuk menikah, menikahkan, dan juga mengkhitbah. Oleh sebab itu bila Anda akan melakukan akad, wajib memperhatikan waktunya terlebih dulu.

5. Menikah Bukan Paksaan

Syarat menikah kelima yang harus dipenuhi adalah menikah bukan paksaan. Sebuah pernikahan harus didasarkan atas rasa suka, ikhlas, dan tulus dari kedua mempelai pengantin. Hindari pernikahan atas dasar paksaan. Hal ini akan membuat pernikahan tersebut tidak akan bahagia sampai kapanpun. Bahkan bisa jadi pernikahan tersebut tidak akan bertahan lama.

Oleh sebab itu sebelum prosesi pernikahan dimulai, ada baiknya kedua mempelai ditanyakan terlebih dahulu kesiapannya. Dengan begitu proses pernikahan bisa berjalan sampai akhir hayat. Pastinya kedua mempelai bisa hidup bahagia selamanya.

Bila kedua pasangan calon pengantin sudah siap menikah, maka perlu dijelaskan kembali bahwa setelah sah menjadi suami istri harus siap dengan konsekuensi yang ada. Mulai dari tanggung jawab yang harus dipikul bersama, masalah dalam rumah tangga harus segera diselesaikan, dan masih banyak lagi. Dengan begitu diharapkan mereka bisa selalu harmonis sesuai aturan agama.

Pernikahan adalah hal yang harus dilakukan sesuai syariat Agama Islam. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui rukun dan syarat menikah dalam Islam. Dengan begitu Anda wajib mematuhi peraturan yang telah ditetapkan Allah sebagai sah pernikahan Anda. Usahakan jangan sampai terlewat salah satu rukun dan syarat menikahnya, karena berujung pernikahan tidak sah.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.