Nikah Siri Dalam Agama Islam Yang Harus Anda Ketahui

Nikah Siri dalam Islam – Banyak sekali pertanyaan tentang apa pengertian nikah siri?apakah nikah siri itu halal? apakah nikah siri itu dosa?dan lalu bagaimana cara melakukan nikah siri? Hukum menikah siri di Indonesia adalah sah menurut agama Islam, selama rukun nikahnya terpenuhi. Meski begitu, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menganjurkan agar masyarakat tidak melakukan pernikahan siri dan memilih menikah secara resmi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Wakil Ketua Umum MUI Kiai Haji Ma’ruf Amin mengungkap, bahwa MUI sudah sejak lama mengimbau pada masyarakat agar menikah secara resmi. Alasannya, meskipun nikah siri sah secara agama, namun tidak memiliki kekuatan hukum, sehingga baik istri atau pun anak berpotensi mengalami banyak kerugian yang diakibatkan oleh pernikahan siri, karena nikah siri tidak akan mendapat pengakuan dari negara. Apabila sebuah perkawinan tidak dicatat oleh negara, itu berarti tidak ada bukti bahwa seseorang itu telah menikah.

Bagaimana Nikah Siri dalam Pandangan Islam

Ada begitu banyak korban dari pernikahan siri, bahkan tidak sedikit dari kalangan artis yang menjadi korban dari pernikahan siri tersebut. Terlepas dari pro dan kontra mengenai hal ini, ada beberapa mendapat yang mengungkapkan bahwa nikah siri itu sangatlah merugikan, terutama bagi istri dan juga anak. Terdapat beberapa dampak negatif dari adanya pernikahan siri, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Mereka yang melakukan nikah siri terkadang tidak memikirkan kemungkinan nasib dan masa depan anak – anak mereka nantinya. Suatu hari anak pasti akan membutuhkan akta kelahiran, entah untuk administrasi pendidikan atau pun hal lainnya. Padahal untuk membuat akta kelahiran harus menunjukkan surat nikah, dan pasangan yang melakukan pernikahan secara siri tidak bisa mendapatkan surat nikah.
  2. Pihak wanita akan kehilangan atau pun tidak mendapatkan hak – haknya secara penuh. Misalnya seperti hak mendapat nafkah lahir dan batin, hak nafkah serta hak penghidupan untuk anak, dan apabila terjadi perceraian istri akan kehilangan hak tunjangan nafkah sebagai mantan istri dan juga harta gono – gini.
  3. Rawan fitnah, karena pernikahan itu memang terkesan seperti sengaja disembunyikan, maka jangan heran jika orang – orang tidak mengetahui tentang pernikahan itu.
  4. Rawan ingkar janji. Dalam pernikahan siri bukannya tidak mungkin menimbulkan masalah, apalagi saat suami merasa tidak terikat secara hukum dengan istrinya, ia akan lebih bebas menentukan apa saja terhadap istrinya.
  5. Apabila pernikahan siri itu bukan atas sepengetahuan istri pertama, tentu saja akan sangat riskan. Bukan hanya perkara akan disomasi, diteror oleh istri pertama jika tidak ridha, bahkan nyawa pun terkadang menjadi taruhannya.
BACA JUGA :  Susunan Acara Akad Nikah di Indonesia

Tata Cara Nikah Siri

tata cara nikah siri

Untuk tata cara nikah siri, sama seperti tata cara pelaksanaan pernikahan pada umumnya. Syarat nikahnya pun sama seperti pernikahan pada umumnya. Hanya saja pernikahan siri ini tidak sah menurut hukum atau pun tidak mendapat pengakuan dari negara. Ada pn syarat – syarat pernikahan, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Ada calon kedua mempelai
  2. Ada mas kawin atau mahar
  3. Ada wali nikah
  4. Ada ijab dan qabul
  5. Ada saksi – saksi minimal dua orang.

Tata cara nikah sirih, yaitu calon mempelai pria melamar calon mempelai wanita, yaitu dengan melamar kepada ayah kandung ( wali ) calon mempelai wanita, dan katakanlah kedua pihak telah sepakat, kemudian segera siapkan syarat – syaratnya. Nikah siri akan menjadi sah apabila ada wali nikah. Selagi ayah kandung dari calon mempelai wanita masih hidup ( ada ), maka dalam nikah sirih tidak diperbolehkan menggunakan wali hakim.

Syarat Nikah siri Tanpa Wali

syarat nikah siri

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa syarat – syarat nikah sirih sama seperti pernikahan pada umumnya. Seorang wanita itu tidak bisa menikahkan dirinya sendiri dan yang bisa menikahkannya adalah walinya yang sah yaitu ayah kandung dari wanita tersebut. Tidak diperbolehkan bagi seorang wanita menikah tanpa adanya wali. Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya bathil ( tidak sah ), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar, sebab menghalalkan kemaluannya. Jika mereka berselisih, maka sulthan ( penguasa ) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.