Ayah Jangan Selingkuh Ya !

“Ayah, jangan selingkuh ya!” Begitu pesan istri dengan nada pelan namun tajam. Kata-kata itu keluar saat gue berulang tahun yang ke 40, Januari lalu. Puber kedua, kata orang, memang dimulai saat usia pria memasuki kepala 4.

Ayah Jangan Selingkuh Ya !

cerita cinta - Ayah Jangan Selingkuh Ya

Perubahan penampilan yang ingin tampil keren, pakaian bermerek, gaya rambut upper haircut dengan pomade, selalu tampil wangi, seringkali disinyalir pasangan sebagai indikasi puber kedua. Finansial yang sudah lebih mapan, karakter dewasa yang matang, rekan kerja dan anak buah yang cantik menjadi alasan kuat pasangan kita memberikan peringatan dini selingkuh.

Kata-kata bernada tajam pun keluar dengan luwesnya,”Awas ya ayah! Pokoknya kalau berani macam-macam tau sendiri akibatnya!” Kalimat ini ternyata bukan hanya diterima oleh kawan-kawan seangkatan, beberapa teman gue yang baru menikah pun tak luput dari ancaman ini. Bahkan yang lucu, ancaman untuk tidak selingkuh dengan sesama jenis. Ini aneh tapi nyata lho.

Gak ada yang salah dari kalimat unsecure ini sih. Wajar sebagai ungkapan rasa sayang pasangan kita. Paham, godaan kita sebagai cowo kalem emang berat bro. Perempuan cantik nan seksi semakin berlimpah seiring teknologi kecantikan yang makin cenggih. Persaingan pun semakin tipis karena cowo-cowo ganteng, macho dan keren masa kini sudah gak minat dengan perempuan,

BACA JUGA :  Ungkapan Hati Yang Terluka Oleh Kekasih

Tapi sebagai sesama cowo kalem, gue ingin mengingatkan pada para ayah seantero jagat, sekaligus juga mengingatkan diri sendiri. Janganlah selingkuh kalau lo masih sayang sama keluarga bro. Apalagi kalau kita selingkuh terus jadinya berubah kepribadian, jadi kasar sama keluarga untuk menyembunyikan kesalahan. Kalo mau jadi algojo jangan dirumah bro, di pasar tanah abang aja gantiin Hercules. Ada cerita kawan yang selingkuh, satu saat dia marah karena ditegur bininya. Malah bininya ditampar, dijambak, diseret-seret di depan anak-anaknya. Lah padahal dia yang salah, kenapa malah bininya yang dihajar? Cemen lah.

Blom lagi urusan duit dihambur-hamburkan untuk selingkuhan. Mending buat ajak anak bini jalan-jalan, buat biayain hobi, buat kasih bulanan ke orang tua, buat beli investasi reksadana biar tambah kaya atau bahkan sedekah orang yang kurang mampu buat tabungan akhirat. Emang kalo kita jatuh miskin, si selingkuhan itu mau bareng-bareng susah? Gak bakalan bro, dia akan cari mangsa baru. Amysong deh lo.

Kalau memang sudah tak bisa bersama, yowisgentle lah bor, sudahi aja ikatan sakral itu daripada membuat satu pihak sakit hati dan berdoa buat kita. Doa orang teraniaya makbul lho, hati hati. Kalo udah pisah, setelah itu terserah lo, sudah bebas seperti bujangan toh? Tapi jangan naif ya, gak perlu dikawinin cuma bawa sial.

BACA JUGA :  Diary Nisa : Oktober Kedua Puluh dan Musim Hujan

Tapi kalau belum punya nyali, hargailah pasangan yang sudah kita ikat dengan janji suci. Ingat kata pepatah, di belakang pria sukses terdapat wanita yang hebat. Lo bisa sukses karena doa dan support istri dan anak-anak, rejeki elo adalah rejeki mereka, bukan rejeki selingkuhan. Pas susah bareng, pas lagi seneng juga bareng dong.

Baca  juga :

Buat para ayah seantero jagat raya, ingat #brocode alias #kode cowo ya. Di dunia yang penuh aturan, yang di jalani semua orang, ada beberapa hal yang tak tertulis tapi jadi panutan. Ada hal yang cuma cowo yang ngerti..Karena cowo punya cara main sendiri..Kita tahu, cowok wajib punya mainan..Kita tau, jalan jangan lupa pake pengaman..Kita tau, cowok selalu ada buat teman. Kita tau.. semua itu. Paham, kan bro?

Salam #CowoKalem. Ayah Jangan Selingkuh Ya !

Leave a Reply