Cara Mengurus Surat Nikah Yang Dibutuhkan Calon Pengantin

Cara Mengurus Surat Nikah – Sebelum melangsungkan pesta pernikahan, calon pasangan pengantin diharuskan mengurus kelengkapan administrasi di Kantor Urusan Agama atau KUA. Biasanya waktu yang dibutuhkan cukup lama karena membutuhkan banyak prosedur. Selain itu, KUA juga telah menetapkan peraturan tambahan bila masing-masing dari calon pengantin tidak berasal dari domisili yang sama. Hal ini yang membuat calon pengantin menyerahkan seluruh kelengkapan administrasi kepada pihak ketiga atau WO. Namun, tentu saja ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan bila menggunakan jasa pihak ketiga.

Cara Mengurus Surat Nikah Untuk Administrasi

Cara Mengurus Surat Nikah Yang Dibutuhkan Calon Pengantin

Sebenarnya, anda juga bisa mengurus seluruh kelengkapan administrasi yang dibutuhkan selama proses pernikahan. Bahkan, kelengkapan ini juga tidak terlalu sulit bila seluruh peraturan sudah diketahui secara rinci.  Untuk memulai pengurusan surat nikah, calon pengantin pria dan wanita harus membawa beberapa lampiran yang telah ditentukan oleh pihak KUA. Berikut ini cara mengurus surat nikah dengan prosedur yang cukup mudah, seperti:

Rincian lampiran yang harus dibawa calon pengantin pria, terdiri dari:

  • Fotokopi KTP (sebaiknya sediakan jumlah yang cukup banyak)
  • Akte lahir & C1 atau Kartu Keluarga terbaru
  • 5 lembar pas foto 2 x 3. Jumlah ini berlaku bila calon pengantin wanita berasal dari daerah sama
  • 2 lembar pas foto 3 x 4. Jumlah ini berlaku bila calon pengantin wanita berasal dari daerah yang berbeda.

Rincian lampiran berkas yang harus dibawa calon pengantin wanita, terdiri dari:

  • Fotokopi KTP (sebaiknya sediakan jumlah yang cukup banyak)
  • Akte kelahiran dan C1 (Kartu Keluarga)
  • Fotokopi kartu imunisasi TT ( Tetanus Toxoid)
  • Pas foto 2 x 3 berlatar biru baik calon pengantin wanita maupun pria 5 lembar
  • Akte cerai dari Pengadilan agama bagi janda/ duda cerai
  • Dispensasi Pengadilan Agama bila calon suami di bawah 19 tahun dan bagi calon istri di bawah 16 tahun
  • Izin atasan bagi anggota TNI/ Polri
  • Surat keterangan kematian ayah bila sudah meninggalkan
  • Surat keterangan wali jika wali tidak sealamat dari kelurahan setempat
  • Dispensasi camat bila kurang dari 10 hari
  • N5 yang merupakan surat izin orang tua bila usa calon pengantin kurang dari 21 tahun
  • N6 yang merupakan surat kematian suami/ istri (berlaku bagi janda/ duda)
BACA JUGA :  Doa setelah akad nikah dan artinya

Cara Mengurus Surat Nikah Yang Dibutuhkan Calon Pengantin

Setelah seluruh lampiran dan berkas sudah dikumpulkan, sebaiknya masukkan kedalam amplop. Biasanya beberapa KUA menentunkan warna amplop. Namun, anda juga bisa menggunakan amplop biasa dengan ukuran yang cukup besar. Proses pengurusan berkas administrasi di KUA biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Anda disarankan untuk mengambil waktu libur atau cuti agar hal ini tidak mengganggu pekerjaan. Berikut prosedur pengururan berkas bagi calon pengantin pria dan wanita yang harus dilakukan, seperti:

Prosedur yang harus dilakukan oleh calon pengantin pria, terdiri dari:

  1. Mengurus surat pengantar dari RT/RW yang selanjutnya akan diserahkan kepada pejabat kelurahan setempat. Saat berada di keluarahan, calon pengantin pria biasanya akan mendapatkan formulir isian blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Selanjutnya datang ke KUA setempat untuk mendapatkan surat rekomendasi atau surat pengantar nikah. Hal ini dilakukan bila calon pengantin istri berasal dari luar daerah yang berbeda.
  3. Bila calon pengantin wanita berasal dari wilayah atau daerah domisili yang sama, maka seluruh berkas yang dimiliki calon pengantin pria selanjutnya diserahkan kepada pihak calon pengantin wanita.
BACA JUGA :  Penjelasan dan pengertian nikah menurut islam

Prosedur yang harus dipenuhi oleh calon pengantin wanita untuk mengurus surat nikah, seperti:

  1. Meminta surat pengantar dari pejabat RT/RW setempat yang selanjutnya diserahkan ke kantor kelurahan. Setelah itu, pihak pejabat kelurahan akan memberikan formulir isian blanko N1, N2, N3 & N4.
  2. Setelah itu, bersama dengan wali dan calon pengantin pria datang langsung ke KUA untuk mendaftar nikah. Selama proses pendaftaran akan dilakukan pemeriksaan administrasi oleh pegawai KUA. (sebelumnya coba periksa kembali kelengkapan seluruh berkas)
  3. Setelah mendapatkan kepastian dari proses pendaftaran, biasanya pasangan calon pengantin akan mendapatkan nasihat perkawinan dari struktur BP4.

Demikian artikel kali ini yang bisa carapdkt.net bagikan. Itulah prosedur dan cara mengurus surat nikah yang bisa membantu anda dalam proses pernikahan. Apabila semuanya sudah dipersiapkan secara matang, InsyaAllah proses pernikahan akan berjalan dengan lancar, begitu juga untuk urusan administrasi seperti surat menyuratnya.

Leave a Reply