Berapakah Ideal Usia Menikah Menurut Para Ahli?

  • Whatsapp
Usia ideal menikah
Pasangan ideal

Carapdkt.net – Squad pejuang cinta sejati, apakah Anda merupakan pasangan yang berencana akan melanjutkan pertempuran ke jenjang yang lebih serius di Pelaminan? Selamat berjuang ya, semoga menjadi keluarga yang bahagia selamanya, tapi bagi yang masih bingung karena usianya masih terlalu dini untuk menikah silahkan baca ulasan ini sampai tuntas karena akan membahas ideal usia menikah berdasarkan beberapa sumber yang dapat dipercaya.

Usia menikah menjadi bahan pertimbangan sebagian orang untuk memastikan faktor kesiapan mental baik jasmani maupun rohani, persiapkanlah dengan matang karena menikah itu bukan permainan tetapi suatu ikatan suci yang harus diperjuangkan bersama pasangan Anda hingga akhir hayat. Anda harus kuat mempertahankan kerukunan rumah tangga walau diterpa badai permasalahan sedahsyat apapun.

Sebelum menikah ada baiknya sepasang calon pasangan suami istri mesti tahu berapa ideal usia menikah. Ini penting guna menghindari adanya risiko perceraian dalam suatu pernikahan. Menikah tidak hanya dilandasi faktor biologis saja melainkan juga kematangan dari sisi pola pikir. Menikah bukan persoalan Anda dan si dia ingin saja. Namun, menikah adalah menyatukan dua perbedaan berikut dengan latar belakang keluarga.

Baca: Tips Mengatur Biaya Nikah 50 Juta Kebawah

Kriteria Ideal Usia Menikah

Berikut ada beberapa kriteria untuk dijadikan bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan menikah untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan menyusun masadepan bersama istri tercinta selamanya hingga maut memsisahkan Anda berdua.

1. Kriteria usia

Segelinitir orang berpendapat bahwa semakin cepat menikah itu baik. Namun, persepsi tersebut belum sepenuhnya benar. Menikah memang benar baru diizinkan apabila seorang pria telah berusia 19 tahun dan wanita 16 tahun. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah usia remaja bukan merupakan rentang usia untuk menikah paling ideal.

BKKBN saja menyebutkan bahwa pernikahan dini yang terjadi pada masa remaja rentang terjadi karena adat istiadat dan kehamilan. Seringkali pernikahan yang terjadi karena dua alasan tersebut berakhir pada perceraian. Hal ini mengingat bahwa remaja belum memiliki cukup pola pikir dewasa guna menyelesaikan tiap persoalan dalam biduk rumah tangga mereka.

Padahal pernikahan sangat berbeda dengan dunia pacaran. Segala persoalan tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keharmonisan dalam rumah tangga. Maka dari itu, persepsi semakin cepat menikah itu baik tidak sepenuhnya benar. Terutama bagi mereka yang sedang berada pada masa remaja. Ada kriteria usia tersendiri yang menjadi standar ideal menikah.

Seperti yang disebutkan oleh YKP dan YPHA. Kedua lembaga ini bahkan merasa cukup keberatan dengan adanya UU perkawinan yang memberikan standar usia menikah terlalu rendah. Bahkan kedua lembaga tersebut sempat meminta MK untuk menaikkan standar usia menikah bagi seorang wanita menjadi 18 tahun.

Baca: Cara Mengurus Surat Nikah Mudah dan Tanpa Ribet

Lembaga-lembaga tinggi dunia lainnya seperti Biro Sensu Amerika Serikat memberikan kriteria usia menikah yakni 27 tahun bagi wanita dan 29 tahun bagi pria. Journal of Social and Personal Relationship juga memberikan pernyataan bahwa batas usia paling ideal untuk menikah adalah 25 tahun baik bagi wanita maupun pria.

BKKBN sendiri memutuskan bahwa kriteria ideal usia seseorang untuk menikah adalah 21 tahun bagi wanita dan 23 tahun bagi pria. Di usia awal 20 tahunan tersebut kiranya sepasang suami istri sudah bisa memiliki pola pikir yang sehat dan jernih. Hal ini tentu akan menghindarkan diri dari risiko perceraian.

2. Kriteria pola pikir

Sebelum menikah ada baiknya bagi pasutri untuk mengenal pola pikir pasangan masing-masing. Pola pikir itu sendiri bisa dipengaruhi oleh keluarga maupun lingkungan sekitar. Pola pikir dalam suatu pernikahan juga lebih menjurus ke arah kedewasaan. Jadi, belum tentu yang namanya usia menjadi tolak ukur tingkat kedewasaan seseorang.

Khususnya pria, tidak semua pria bisa bersikap dewasa layaknya impian para wanita. Kedewasaan pria biasanya juga bergantung pada pendidikan serta latar belakang keluarga. Kedewasaan sangat penting guna mengatasi berbagai macam persoalan yang hadir dalam bahtera pernikahan nanti. Biasanya, seseorang yang dewasa dapat memecahkan segala macam persoalan dengan pikiran terbuka.

Seseorang yang dewasa tidak hanya akan menghakimi melainkan juga berpikir untuk menemukan solusi. Solusi tersebut tentu bebas dari yang namanya permasalahan berikutnya. Dengan kata lain, pria yang dewasa akan mengutamakan tujuan pernikahan dengan pikiran terbuka yakni suatu jalinan hubungan yang harmonis.

Keawetan serta keharmonisan pernikahan sangat dipengaruhi oleh pola pikir, dengan adanya pola pikir yang bagus dan bijaksana tentu dapat meringankan segala persoalan-persoalan dalam urusan rumah tangga. Namun, bukan berarti pola pikir menjadi hal utama yang mesti dijunjung tinggi dalam suatu ikatan pernikahan. Setidanya pola pikirlah yang akan menentukan kemana arah tujuan pernikahan tersebut.

Seseorang yang masih labil, tentu lebih disarankan untuk belajar menentuka pola pikir. Saat ini ada begitu banyak kursus pranikah yang dapat memudahkan Anda dan pasangan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak terkait persoalan pernikahan. Jangan gengsi untuk mengikuti kursus tersebut. Tidak ada salahnya bukan belajar terlebih dahulu demi kehidupan rumah tangga yang harmonis?

Baca: Perjanjian Pra Nikah dalam Islam Yang Harus Diketahui

3. Kriteria pendapatan

Stabilitas ekonomi juga menjadi faktor yang patut dipertimbangkan sebelum Anda menikah. Jika calon pasangan suami istri sudah memiliki pendapatan, maka hal tersebut bisa menjadi kunci utama agar siap melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Untuk menikah sejatinya tiap-tiap pasangan perlu memiliki kondisi keuangan yang stabil. Tidak melulu mapan, kok!

Biasanya kriteria utama pria yang ideal untuk menikah adalah dia yang mempunyai pendapatan bulanan. Kriteria kedua adalah pria yang setidaknya memiliki pendapatan untuk mampu menopang perekonomian rumah tangga kecil. Setidaknya minimal pria yang siap untuk menikah perlu memiliki tabungan demi menyambut hari-hari bahagia saat berumah tangga nanti.

Terlebih lagi setelah menikah nantinya pasangan suami istri tentu ingin segera memiliki momongan. Biaya kehamilan hingga persalinan tentu bisa menghabiskan begitu banyak anggaran. Untuk itu, tabungan menjadi penting untuk dipertimbangkan sebelum calon suami istri menikah. Agar lebih menghemat lagi, Anda bisa coba untuk menggelar resepsi pernikahan yang sederhana.

Kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Anda dan pasangan bisa mendiskusikan penghematan pengeluaran demi menyelenggarakan pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Bila perlu mintalah masukkan dari orang-orang terdekat atau mereka yang sudah berpengalaman menikah. Kiranya dapat menjadi contoh yang baik bagi Anda.

Misalnya, sebelum menikah Anda dan pasangan perlu mengurangi biaya kencan. Berhematlah sedikit demi sedikit agar biaya pernikahan akan terkumpul sesuai ekspetasi. Jangan boros. Ada begitu banyak pernak-pernik rumah tangga yang perlu dicukupi. Terlebih lagi jika Anda dan pasangan nantinya akan menempati hunian baru tanpa perlu menyusahkan kedua orangtua masing-masing.

Baca: Corona Datang Jangan Jadi Penghalang, Daftar Nikah Online Aja
Tentu Anda akan membutuhkan sejumlah dana yang tidak sedikit guna membeli perabotan rumah tangga bahkan urusan furniture lain. Contohnya, lemari, dipan, kulkas, kompor gas, mesin cuci, penanak nasi, kebutuhan pembersih rumah, televisi, kipas dan lain sebagainya. Berhemat itu perlu, bukan berarti Anda harus pelit.

Untuk menikah, cinta saja tidak cukup. Anda mesti mempertimbangkan berapa ideal usia menikah berikut kriteria penunjang lain seperti pola pikir dan pendapatan. Usai mengetahui informasi terkait hal tersebut, kiranya Anda bisa mewujudkan pernikahan impian bersama pasangan untuk menjadi keluarga yang bahagia.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 26 = 33

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.