Balikan Dengan Mantan? Fikir Dulu Deh

Dalam sebuah hubungan, putus dan nyambung memang sudah memjadi kewajaran. Tidak jarang mereka yang sudah menjalin hubungan bertahun tahun bisa berakhir hanya karena sesuatu hal yang mungkin dianggap sepele, dari hal tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa usia pacaran tidak menjamin bisa berakhir dengan pernikahan. Namun yang bisa dipegang hanya lah pepatah seperti “kalau jodoh gag kemana”. Memang jodoh dan segala sesuatu yang ada didunia ini di atur oleh Allah SWT, kita sebagai manusia hanya bisa berkehendak dan berusaha. Banyak dari sekian hubungan didunia ini pernah menjalani yang namanya putus nyambung, hal ini terjadi karena masih ada perasaan sayang dari kedua belah pihak yang membuat mereka memutuskan untuk kembali menjalin hubungan dalam istilah kerennya adalah balikan dengan mantan kekasih atau pacar.

Balikan Dengan Mantan Pacar, Serius?

balikan dengan mantan

Balikan dengan mantan pacar sangat sering terjadi didalam sebuah hubungan, pasalnya salah satu atau kedua belah pihak masih berharap dengan kekasihnya tersebut dan beranggapan hubungan yang telah rusak dapat diperbaiki kembali dengan diberikannya kesempatan kedua. Namun tidak setiap hubungan harus diberikan kesempatan kedua, pasalnya tidak semua orang benar – benar ingin memperbaiki hubungan yang telah putus ditengah jalan. Inti dari kesempatan kedua atau balikan dengan mantan adalah memperbaiki masalah pada masa lampau, kesempatan kedua seperti ini tentunya akan menjadi hal yang sangat berharga dengan tujuan hubungan yang akan berjalan selanjutnya bisa lebih baik lagi. Namun kalian harus belajar dari kesalahan yang dahulu yaitu terulangnya kesalahan yang sama oleh pasangan atau mantan pacar kalian ya sob yang akan membuat patah hatia bagian kedua yang tentunya sangat tidak menyenangkan.

Berikut merupakan hal hal yang harus di fikirkan dalam memberikan kesempatan kedua pada mantan pacar

  1. Terulangnya Kesalahan Yang Sama
    Saat kalian berfikir dan mengakhiri sebuah hubungan pastinya didasari oleh berbagai macam peretimbangan, misalnya saat si doi berubah sifat secara drastis yang membuat tidak adanya rasa peduli terhadap kalian yang masih berstatus sebagai pacar, ditambah lagi doi sudah berani untuk menjalin hubungan lain dengan wanita yang mungkin baru dikenalnya yang pastinya akan membuat kalian lebih terluka dibandinkan sebelum balikan.
    Seseorang biasanya hanya manis diawal saja, memang pada awal balikan doi terlihat lebih sayang dan lebih baik sifatnya, namun hati hati yang guys mungkin itu hanya sementara saja, bisa jadi dia akan kembali pada sifatnya yang dulu mungkin karena pergaulan atau faktor lain.  Jika hal itu terjadi, maka memberikan kesempatan pada mantan pacar untuk balikan tentunya menjadi bumerang bagi kalian sendiri.
  2. Berubah Hanya di Awal Saja
    Tentu masih jelas teringat dalam fikiranmu dahulu bagaimana cara ia memintamu kembali untuk bersamanya, bagaimana perjuangan dia untuk mendapatkanmu kembali, bagaimana cara dia memohon dan meminta maaf agar diberikan kesempatan kedua. Namun setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan setelah kamu menerimanya kembali, ia malah kembali ke sifat awalnya yang membuat kalian yang harus kemabali berjuang untuk hubungan yang telah dirajut kembali.
    Pada awal balikan ia memang melakukan segala cara agar kalian bisa balikan seperti dulu dan membuatmu percaya dia berubah menjadi lebih baik dan mencintainya seperti saat sebelum hubungan kalian putus. Namun setelah kamu berniat untuk merajut cinta yang pernah kandas, si doi justru menyudahi semua usaha yang telah ia lakukan untuk membuatmu balikan seperti semula dan kembali dengan sifat alaminya dulu.
  3. Ketika pertengkaran tak dapat dihindarkan, ia kembali mengungkit masa lalu dan menyindirmu yang pernah mengakhiri hubungan
    Kembali ke pelukan mantan, menjalani hubungan yang pernah usai, bukan berarti akan berjalan mulus saja. Setiap hubungan pasti akan melalui pertengkaran sebagai ujian agar semakin kuatnya hubungan. Begitu pun ketika nanti setelah kamu balikan. Cepat atau lambat pasti akan ada masalah atau ujian. Yang terpenting adalah bagaimana kamu dan pasangan menyelesaikannya.
    Ketika hubungan yang dijalin kembali itu terlihat salah, kamu akan menyadarinya juga ketika dalam masa-masa seperti ini. Bukannya mencoba menyelesaikan masalah, pasanganmu justru memperkeruh dengan mengungkit-ungkit masalahmu. “Terus gimana? Kamu mau putusin aku kayak dulu lagi? Mau ninggalin aku lagi? Mau udahan lagi?”, adalah kalimat yang ia lontarkan. Seakan ia masih menyimpan kekesalan bahkan sakit hati ketika hubunganmu sempat usai. Padahal, dia lah yang memintamu kembali. Di waktu seperti ini, kamu akan merasakan bahwa kembali bersamanya bukanlah kebaikan.
  4. Batinmu seringkali mempertanyakan, apakah keputusanmu untuk kembali ini pilihan yang salah?!
    Sebenarnya keputusanmu untuk balikan ini benar atau salah? nggak cuma hanya lewat sikap atau perlakuannya yang bisa kamu nilai. Perasaanmu justru lebih paham apakah itu sebuah kesalahan atau nggak. Kamu berharap bahwa hubungan kali ini akan berjalan lebih baik. Dan hubungan yang lalu diharapkan menjadi sebuah pelajaran. Namun setelah memulai kembali semuanya, setelah kamu bersamanya lagi, batinmu justru berkata lain.
    Bukannya semakin yakin bahwa hubungan kalian akan lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya, kamu justru merasa bahwa keputusanmu kemarin adalah sebuah kesalahan. Kamu merasa bahwa seharusnya kamu nggak menerimanya, nggak melibatkan lagi dia dalam kehidupanmu. Jika kamu merasakan itu, merasa bahwa keputusanmu itu bukanlah hal yang tepat, mungkin saja bahwa kembali bersamanya memang hal yang seharusnya nggak pernah terjadi.
  5. Kamu merasa de javu. Nggak ada perubahan antara hubungan dulu dan sekarang. Malah seakan berulang
    Dan hal terakhir yang semakin menguatkan kalau keputusanmu balikan sama mantan merupakan kesalahan adalah ketika kamu merasa de javu. Yups, hal-hal lampau seperti berulang. Apa yang kamu rasakan di hubungan yang sekarang seakan sudah pernah terjadi. Artinya, hubunganmu nggak beringsut kemana-mana. Kamu hanya mengulangi kembali dari awal.
    Ibarat membaca buku dua kali, kamu udah tahu seperti apa akhirnya. Rasa sakit hatimu, kesedihanmu, luka yang belum kering tapi terbuka kembali, ketidakpeduliannya telah atau akan menjadi bagian dari hubunganmu kembali. Perasaanmu nggak bisa dibohongi. Ketika batinmu sudah berkata seperti itu, maka sudahi saja sebelum kamu menghabiskan waktumu untuk akhir yang sama.
BACA JUGA :  Syarat Nikah di KUA Yang Harus Dipersiapkan Oleh Pengantin

Sebenarnya nggak ada yang salah dengan kesempatan kedua. Hanya saja orang-orang yang terlibat di dalamnya, atau orang yang sudah diberi kepercayaan untuk itulah yang menyia-nyiakan hal berharga itu. Termasuk pasanganmu sekarang, yang sudah kamu beri kesempatan kedua, ketiga, bahkan lebih dari itu. Mungkin saja ia nggak serius dengan penyesalannya. Atau mungkin saja jika hubunganmu dengannya nggak akan berhasil sampai kapanpun. Oleh karena itulah, jika kamu merasakan hal di atas, maka selesaikan sajalah lebih cepat. Sehingga kamu bisa menemukan orang yang tepat agar bisa berlanjut ke jenjang pernikahan yang memang di impikan setiap pasangan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.