Bagaimana Cara Nikah Beda Agama di Bali

Nikah Beda Agama di Bali – Menikah merupakan salah satu cara untuk melaksanakan ibadah yang sejati kepada Tuhan. Dengan demikian, tujuan adanya pernikahan hanya satu, yaitu menyenangkan hati Tuhan. Berdasarkan tujuan dari pernikahan tersebut, maka terdapat dua alasan yang membuat seseorang tidak dapat melangsungkan pernikahan yang beda agama, dengan kata lain, pernikahan tersebut tidaklah sah jika dilaksanakan, alasan – alasan tersebut di antaranya adalah :

pernikahan adat dibali

  • Apabila kita menikah beda agama, mustahil bagi kita bisa bekerja sama dengan pasangan kita untuk menyenangkan hati Tuhan
    Pernikahan merupakan sebuah kerja sama antara dua individu untuk melaksanakan hidup dalam rangka menyenangkan hati Tuhan. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa bekerja sama dengan seseorang yang memiliki kepercayaan lain?
  • Apabila kita menikah beda agama, kehidupan kita akan selalu menjadi batu sandungan bagi banyak orang
    Ada banyak orang yang akan terluka karena keputusan yang telah kita buat. Mereka akan menganggap kita sebagai orang yang tidak taat pada agama.

Bahkan para ulama pun sepakat, bahwa lelaki Muslim haram hukumnya menikah dengan wanita musyrik. Merujuk pada salah satu dalil, di antaranya yaitu dalam Al-Quran surah al Baqarah ayat : 221 yang artinya “Dan janganlah kamu menikahi wanita – wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Muslim lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahi orang – orang musyrik ( dengan wanita – wanita mukmin ) sebelum mereka beriman.”

BACA JUGA :  Cara Mengurus Surat Nikah Mudah dan Tanpa Ribet

Pernikahan Beda Agama di Bali

cara nikah beda agama dibali

Banyak beredar berita di internet terutama tentang pernikahan beda agama dan juga di forum – forum diskusi wedding yang mengatakan bahwa pernikahan beda agama bisa dilakukan di Bali dan Batam. Berdasarkan Pasal 2 ayat 1 UU no. 1 tahun 1974 tentang perkawinan, menyatakan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan oleh hukum masing – masing agama dan kepercayaannya.

Pada pasal 10 PP no. 9 tahun 1975 menyatakan ada syarat menikah beda agama yang harus di taati bahwa perkawinan baru sah apabila dilakukan di hadapan pegawai pencatat dan dihadiri dua orang saksi. Tata cara perkawinan juga dilakukan menurut hukum masing – masing agama dan kepercayaannya. Jadi, UU 1/1974 tidak mengenal perkawinan beda agama, sehingga pernikahan beda agama belum bisa diresmikan di Indonesia.

Lalu, bagaimanakah solusi menikah beda agama? Menikah beda agama memang belum bisa dilakukan di Bali, akan tetapi apabila Anda berencana menikah di luar negeri seperti di Australia, atau pun di negara – negara lainnya, mungkin ada beberapa pihakk yang dapat membantu Anda.

Syarat Menikah atau Perkawinan beda agama di Bali

cara nikah beda agama di bali

Sebelum adanya perubahan undang – undang no. 23 tahun 2006, bahwa pernikahan dicatatkan sesuai dengan asas kejadian yang artinya, di mana kejadian itu terjadi dan dapat dicatatkan di daerah terjadinya pernikahan tersebut. Menurut perubahan undang – undang tersebut di atas, maka pencatatan pernikahan dapat dilakukan di mana yang bersangkutan tercatat sebagai penduduk atau disebut dengan asas domisili.

BACA JUGA :  Perjanjian Pra Nikah dalam Islam Yang Harus Diketahui

Dengan adanya perubahan tersebut di atas, Anda masih bisa menikah di Bali baik menikah secara agama saja atau pun pencatatan pernikahan di kantor catatan sipil. Untuk melakukan pernikahan agama, persyaratannya masih sama seperti yang telah ditentukan oleh agama masing – masing. Contoh untuk agama Kristen, beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Foto kopi KTP
  2. Foto kopi surat baptis
  3. Surat delegasi dari gereja asal ditujukan ke gereja Bali
  4. Surat keterangan untuk menikah dari catatan sipil asal dan menunjuk catatan sipil di Bali untuk mencatatkan pernikahannya
  5. Surat keterangan domisili di Bali
  6. Foto kopi akta kelahiran
  7. Mengisi formulir pernikahan

Apabila melakukan pernikahan secara agama saja di Bali dapat juga dilakukan dan nanti Anda bisa mendaftarkan pernikahan di daerah asal Anda, ada surat yang perlu dilampirkan, yaitu surat nikah secara agama seperti dari gereja, vihara atau pun dari PHDI bagi yang beragama Hindu. Surat lainnya seperti surat keterangan untuk menikah dari kelurahan juga perlu dilampirkan, serta foto berpasangan dengan ukuran 4 x 6 kurang lebih 4 lembar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.