3 Alasan Wanita Mudah Memutuskan Menikah Dengan Orang Lain

  • Whatsapp
Harapan yang terlanjur musnah

 

Memiliki pasangan adalah hak setiap manusia, wanita ataupun pria sama-sama dianugrahi rasa cinta dan kasih sayang. Dimana wanita dan pria dipertemukan oleh keadaan dan dipersatukan oleh perasaan. tentu sudah tidak asing dengan perihal seperti itu, maka tidak heran banyak pasangan berhenti ditengah jalan hanya karena banyaknya hal sepele yang memicu pada perpisahan.

Berbicara soal perasaan, tentu tidak akan ada habisnya dan tidak bisa ditebak kapan dan dimana akan berubah. Apalagi bagi wanita, yang rawan sekali tersenggol perasaannya. Maka yang jadi pertanyaan, apa  landasan wanita memutuskan menikah dengan orang lain daripada bersama pasangannya yang sudah  cukup lama menjalin hubungan bersamanya?

Menikah tidak hanya soal cinta atau suka sama suka. disamping kata menikah banyak hal yang perlu diperhatikan dalam kandungan yang tersirat, Atau yang disebut dengan ijab qobul yang artinya bakti wanita sudah berpindah bukan kepada orang tuanya lagi. maka suatu kewajaran bila wanita lebih memilih pria yang memiliki kriteria yang dibutuhkan daripada bersama pasangan lamanya.

Dirasa pasangannya kurang dewasa

Pada dasarnya, pengaruh terbesar kedewasaan seseorang bukan pada patokan usia, namun kebanyakan orang menjadi dewasa karna adanya paksaan keadaan yang mengajarkan seseorang  diharuskan untuk menjadi dewasa.

Namun bersikap dewasa tidak diartikan harus terlihat serius setiap detik, dengan faham menempatkan kapan dan dimana, perlu dan tidaknya harus bersikap serius dan bercanda,hal tersebut bisa dikatakan bahwa seseorang sudah memiliki sifat dewasa. Maka penting bagi wanita memilih pria yang memiliki sifat dewasa untuk menjadi pasangan hidupnya, karna menjadi suami istri akan paling banyak berinteraksi setiap harinya.

Belum memenuhi kriteria faham agama

Mengapa harus memenuhi kriteria faham agama? Selain soal ibadah. Didalam agama islam, pembahasan isi dunia sangatlah komplet tuntas dibahas dalam kitab-kitab Allah. Termasuk pembahasan tentang memilih pasangan, menikah, hak dan kewajiban suami istri hingga perceraian.

Maka alasan ini masuk akal, dalam hal sederhananya wanita tidak perlu repot berulang kali menjelaskan kepada pasangannya. Hal ini penting untuk meminimalisir terjadinya perceraian akibat tidak terpenuhinya hak dan kewajiban kepada istri.

Dimana poin ini dipertanyakan akan mengangkat harkat dan martabat wanita sebagai julukan wanita bijak dalam memilih pasangan hidupnya. Karena itu artinya, wanita tersebut tidak hanya memikirkan cinta semasa hidup namun ia ingin cintanya menggiring dirinya hingga ke jannah.

Kurang memiliki rasa tanggung jawab

Mustahil rasanya jika seorang wanita bahagia bersama suami yang kurang memiliki rasa tanggung jawab. Karena cinta yang sesungguhnya adalah pada saat seorang pria menyiapkan bahunya yang terkokoh untuk menjadi sandaran wanitanya, membantu menopang masalah wanitanya yang paling ringan hingga yang terberat, berani menafkahinya tidak kurang dari yang biasa orang tuanya berikan.

Begitulah kurang lebihnya alasan yang menjadi pengaruh setiap wanita berani melangkahkan kakinya meninggalkan pasangan yang sudah cukup lama bersamanya untuk menikah dengan pria lain. Kemungkinan besar salah satu poin diatas masih melekat pada diri seorang pria. Maka jalan satu-satunya adalah berusaha memperbaikinya. Sekian dan terimakasih.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.